Oleh: thonnych | Februari 27, 2008

Yang Memberi Akan Menerima

27 Februari volume 5

Galatia 6:1-10
“Setelah mereka menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli;: (1 Samuel 1:25)

Setelah Samuel cerai susu (disapih) dalam usia yang masih sangat kecil, anak semata wayang yang Hana mita dari Tuhan itu dibawa olehnya ke Bait Allah. Setelah membersembahkan korban ucapan syukur, menyembelih seekora lembu di hadirat Tuhan, Hana menerahkan Samuel kepada imam Eli untuk tinggal di rumah Tuhan, dididik dan melayani Tuhan. Samuel adalah bukti bahwa Hana bukan wanita mandul, yang bertahun-tahun oleh Penina dijadikan senjata untuk menghina Hana. Selain itu Samuel menjadi sukacita bagi Hana, bahwa ia adalah seorang pendoa yang tangguh.

Bagi Hana, kehadiran Samuel, bukan alas an kemegahan dan kebanggaan, hanya Tuhan adalah kebanggaannya. Hana menyerahkan yang dicintai dan dibanggakan. Kalau begitu, apa yang tersisa dan dimiliki Hana? Apakah dengan menyerahkan Samuel kepada Tuhan, berarti Hana tidak memiliki apa-apa lagi? Tidak! Hana memakai prinsip Galatia 6:9 berkata:”…apabila sudah dating waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” Hana meyakini bahwa yang ia lakukan, merupakan prinsip alami yang bersigat illahi. Bukan satu Samuel (anak laki-laki) yang Allah ganti, tetapi tiga Samuel (anak laki-laki) dengan binus dua anak perempuan. Apa yang sudah Anda persembahkan kepada Tuhan?


Janganlah kita hanya meminta kepada Tuhan, tetap belajarlah memberi yang terbaik kepada Tuhan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: