Menu Hari Ini

Berani Berkata Benar

Yohanes Pembaptis dikatakan sebagai orang yang terbesar yang dilahirkan oleh perempuan. Yesus sendiri berkata: “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis,…” (Matius 11:11). Namun Yohanes Pembaptis tetap memiliki kerendahan hati. Ketika orang-orang bertanya kepadanya: ‘Siapakah engkau?” Yohanes menjawab: “Aku bukan Mesias, aku bukan Elia, aku pun bukan nabi. Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun; Luruskanlah jalan Tuhan! Seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.” (Yohanes 1:23).

Dengan rendah hati Yohanes berkata bahwa dia bukan apa-apa, membuka tali kasut Yesus pun ia tidak layak. Yohanes berkata bahwa dia hanyalah suara oang yang berseru-seru di padang gurun, namun suara Yohanes ini menyampaikan kebenaran Firman Tuhan. Akibat suara yang begitu tegas dan berani, ia dijebloskan ke penjara atas perintah Herodes. “Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Matius 14:3-4.

Yohanes Pembaptis dianggap melawan terhadap Herodes, ketika ia menegur kesalahan Herodes. Sekalipun masuk penjara, Yohanes Pembaptis tidak gentar. Ia tahu ia harus berani mengatakan hal yang benar meskipun harus mengalami penderitaan.

Dapatkah kita mengatakan hal yang benar sekalipun harus menanggung resiko yang berat?

Ernest Kiling

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: